Ini Pengakuan Bocah Pendaki yang Hilang 5 Hari di Gunung Guntur dan Ditemukan Selamat

GARUT - Bocah asal Garut yang hilang di Gunung Guntur, Jawa Barat, selama enam hari mengaku tak merasakan malam dan ada tiga perempuan yang menyediakan makanan untuknya.

Tak hanya itu, Muhammad Ghibran Ar Rasyid (14), warga Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, itu juga mengaku tak pernah melihat warga atau Tim SAR yang mencarinya.

Cerita Ghibran itu sempat terekam video sesaat setelah berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan.

Detik-detik video saat Ghibran ditemukan itu pun menjadi viral di media sosial.

Berikut ini cerita Ghibran selama tersesat di hutan Gunung Guntur yang viral di media sosial:

1. Tak rasakan malam
Warga Kampung Citiis, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, berkerumun di basecamp pendakian Gunung Guntur, Jumat (24/09/2021).KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANG Warga Kampung Citiis, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, berkerumun di basecamp pendakian Gunung Guntur, Jumat (24/09/2021).
Kabar hilangnya Ghibran di Gunung Guntur mendapat perhatian Wakil Bupati Garut Helmi Budiman.

Helmi bahkan segera menjenguk Ghibran yang tengag dirawat di puskesmas setempat.

Namun, kepada Helmi, Ghibran mengatakan, selama tersesat di gunung, dirinya tidak pernah merasakan malam hari.

“Siang terus, tidak ada malam,” kata Ghibran dalam rekaman video yang disiarkan akun Instagram Wakil Bupati Garut @kanghelmi_budiman, Jumat malam.


2. Tiga sosok perempuan
Masih di video itu, Ghibran mengaku tak kelaparan. Pasalnya, menurut Ghibran, ada tiga sosok perempuan yang menyediakan makanan untuknya.

Saat itu, kata Ghibran, para perempuan itu memberi makan nasi dan ikan.

“Ada yang menyuguhi makanan, tiga orang perempuan,” kata Ghibran saat ditanya Helmi. Menurut Ghibran, menu makanan yang diberikan adalah nasi dan ikan.

3. Tak bertemu tim pencari
Ghibran mengaku, selama di hutan Gunung Guntur, dirinya merasa tak melihat warga dan tim pencari di hutan.

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Supriono, pencarian dilakukan sejak Ghibran dinyatakan hilang.

Supriono mengatakan, relawan yang terlibat cukup banyak, yaitu dari anggita Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pramuka, Tagana dan relawan, serta masyarakat.

Lalu, setelah enam hari, Ghibran akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah jam 17.00 korban sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan dan sudah ditangani oleh tim medis di Puskesmas Tarogong,” katanya, Jumat (24/9/2021).

4. Kondisi lemas
Alam Surahman (45), ayah Ghibran, bersyukur anaknya bisa ditemukan dengan kondisi selamat.

Alam mengatakan, kondisi anaknya memang lemas karena tak makan selama beberapa hari. Namun, lanjut Alam, kondisinya Ghibran sehat.

“Alhamdulillah, perjuangan semua telah membuahkan hasil, selama lima hari lebih, kami dengan hati berdebar-debar, akhirnya Ghibran bisa ditemukan kembali,” kata Alam.


5. Kronologi awal
Menurut polisi, Ghibran pada Sabtu (18/9/2021) mengikuti open trip pendakian Gunung Guntur.

Saat itu, total para pendaki 14 orang, 11 orang laki-laki dan 3 perempuan.

“Hari Sabtu pukul 17.30, rombongan sudah sampai ke Pos 3 area kemping dan menginap satu malam,” ujar Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan kepada wartawan, Senin (21/9/2021).

Lalu saat rombongan akan berangkat ke puncak gunung, Ghibran tidak ikut mendaki dan memilih tetap tinggal di tenda.

Namun, saat rombongan pulang dari puncak, Ghibran sudah tidak ada di dalam tenda.

Sumber : KOMPAS.COM 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel